Everyday Love 12 in Han River …. (Setiap hari
mencintai 12 di Sungai Han)
Nama : Nabilah Butsainah S. A
No. Telepon : 083894782294, 081395549938
Email : parkraesang@gmail.com, huangrinyu@gmail.com
Alamat : Jln. Cendrawasih 8 no 94 Harapan Indah, Bekasi
3 November 2012 ~
Hari Sabtu ini aku memiliki jadwal untuk
mengerjakan semua tugas-tugasku. Karena saat ini aku sudah kelas 6 sekolah
dasar jadi tugasku sudah pasti banyak . Aku membuka laptopku. Aku mulai
mengerjakan tugas-tugasku. Lama-lama aku bosan. Iseng, aku membuka web untuk
melihat video. Aku mulai mencari video Girls’ Generation karena saat itu aku
adalah SONE (nama fans Girls’
Generation).
Aku kembali iseng
membuka Girls’ Generation Couple. Pertama aku membuka SHINee Generation Couple. Mulutku terus saja mengoceh. Terkadang aku setuju dengan pasangan couple itu tapi
terkadang aku juga marah-marah karena menurutku mereka tidak cocok. Kedua aku
menonton Super Generation Couple. Nggak perlu diulang yah! Sama kayak tadi,
kadang kesenengan kadang marah-marah.
Dan inilah akhirnya. Aku iseng coba lihat EXO
Generation Couple . Aku iseng
lihat ini. Aku coba lihat GG dipasangin
sama Boyband baru keluaran SM
Entertaiment. Tapi pas aku buka videonya
aku bosen. Pantes aja! Orang waktu
itu aku ini Shawol (nama fans
SHINee). Tapi disebelah kanan layar laptopku ada sesuatu yang menarik.
Waktu itu kan aku ini suka banget sama Seohyun. Nah, aku melihat ada video SeoHan Couple. Aku penasaran siapa itu
Luhan? Akhirnya aku membuka video itu. Dan ……………………………………..….…. Aku jatuh cinta
dengan orang yang bernama Luhan itu!!!!!!!
Setelah aku mencari tahu tentang Luhan. Akhirnya,
sejak saat itu aku memutuskan untuk menjadi
EXOtic! Itu cukup berat untukku. Meninggalkan fandom yang sudah aku jalani
selama kurang lebih 2 tahun ke belakang ini, Shawol.
Itu bukan cukup berat, namun sangat berat!
Namun, aku tak bisa memungkiri bahwa aku telah jatuh cinta pada EXO terutama
Luhan. Waktu itu aku mencari profil dari tiap member. Ya, aku sudah terbiasa
mengganti sebutan anggota menjadi member.
Selain itu, aku juga sudah bisa membaca tulisan
korea. Namun, bukan hangul ya! Kalau hangul aku masih belum bisa membacanya.
Yang sudah aku bisa baca contohnya, tulisan Taeyeon dibaca Teyon. Aku juga
sudah bisa menyebut nama Hyoyeon yang biasanya orang susah membacanya. Ah ~~~
aku senang sekali.
Sebenarnya aku sudah mengetahui EXO sejak mereka
debut. Namun, aku tidak terlalu
peduli. Tapi dibio Twitterku sudahtertulis
bahwa aku ini EXOtic. Hahaha, aneh
kan? Member yang pertama kali aku tahu adalah Baekhyun. Aku mengetahui Baekhyun
dari kakakku. Lalu menyusul Kai dan Kris. Aku lupa mengetahui mereka dari mana.
Setelah itu Chanyeol dari Girls’ Generation – Genie (Japanese Ver.) Music Video.
Hari-hari terus berlalu. Hari baru sebagai
EXOtic. Aku melihat tanggal ini sudah sekitar 1 minggu aku menjadi EXOtic. Aku
melihat buku catatan KPOPku yang
sebelumnya sudah aku catat profil EXO yang ku cari di internet. “HAH?? PABO-YA!” teriakku. Bagaimana
bisa aku melewatkan ulang tahun salah satu member EXO, Kris. Kris baru saja
berulang tahun tanggal 6 November lalu! Ah, bagaimana ini bisa terjadi!
Aku terus saja menepuk dahiku! Aku sangat
menyesal. Kris Oppa, Mianhaeyo (Maaf) ~
Setelah itu aku bertekad untuk sesering mungkin
mengintip buku catatan kpopku. Aku melihat tanggal 27 November nanti member
EXO-K Chanyeol berulang tahun.
27 November 2012 ~
Aku bangun dari tidurku. “Saengil Chukka Hamnida Uri Happy Virus, Park Chanyeol!!”. Itulah
kalimat yang pertama kali aku ucapkan pada hari itu. Ah, aku senang karena aku
tak melewatkan ulang tahunnya. Aku segera mengambil ponselku. Aku segera pula
membuka Twitter dan aku menuliskan
kata-kata untuk mengucapkan ulang tahun pada Chanyeol Oppa. Dan pastinya aku
membuat hastag #HappyVirusDay sebanyak-banyaknya agar menjadi Trending Topic di Twitter.
Aku melihat timelineku
di Twitter. Aku lihat banyak juga yang mengucapkan ulang tahun kepada
Chanyeol tapi tidak sebanyak kalau member Super Junior ulang tahun. Namun,
inilah tugasku sebagai EXOtic
memperkenalkan EXO pada orang banyak.
20 April 2013
Hari ini adalah hari ulang tahun Luhan Oppa.
Harusnya ini jadi hari bahagia untukku. Namun, yah seperti itulah kenyataannya. Aku memutuskan
untuk melihat video ulang tahun Luhan Oppa buatan salah satu fansnya.
Tak terasa air mataku turun melihatnya dalam
video itu. Aku rasa aku benar-benar bodoh. Saat idolaku sendiri berulang tahun
aku tak bisa memberika apapun untuknya. Apalagi dengan orang-orang yang
mencibir Luhan Oppa dengan mengatakan bersenang-senang disaat negaranya sedang
terkena musibah.
Aku mencoba bercerita perihalku ini dengan
temanku. “Gapapa, kan yang penting lu
sayang kan ama Luhan. Gue yakin kok tau depan lu pasti bisa kasih hadiah ama
dia” jawabnya setelah aku bercerita. Dia benar juga akupun bertekad untuk
menabung untuk memberikan sesuatu untuk ulang tahunnya.
Kurang dari 1 bulan lagi aku akan menghadapi UN.
Aku semakin berlatih dengan keras. Aku harus bisa mendapatkan NEM sempurna.
Walaupun aku mencoba fokus pada yang satu ini tetap saja bayang-bayang Luhan
selalu muncul dipikiranku.
6 Mei 2013
Hari yang menentukan tiba. Hari ini hari pertama
UN selain itu hari ini juga hari ulang tahun Baekhyun Oppa. Tentu saja pada
hari itu aku belum sempat untuk melakukan yang biasanya aku lakukan saat artis
kpop berulang tahun.
Membuka
Twitter -> Mengetik kata-kata untuk mengucapkan ulang tahun -> meng-klik
tulisan send -> membuat hastag biar jadi trending topic
Itu semua nggak
mungkin aku lakuin hari ini. Karena
hari ini aku UN Bahasa Indonesia. Guruku memberikan semangat kepadaku dan
teman-temanku yang lainnya. Aku mencoba mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya.
Memperhatikan soal dengan baik. Namun, aku
kurang baik dalam menyilang lembar jawaban. Untuk menyilang 1 soal membutuhkan
waktu
menit.
Namun, itu tak mematahkan semangatku. Aku harus bisa menjadi yang terbaik!
Setelah aku menyelesaikan UN aku libur sampai
beberapa bulan. Dan itu tentu saja membuatku semakin bisa terfokus pada boyband
favoritku EXO!
Awal bulan Mei 2013 ~
“Yah! Serius EXO bakalan
comeback?” teriakku saat melihat
berita di internet. Ya setelah kurang lebih 7 bulan aku menjadi EXOFans akhirnya hal yang aku tunggu
akan segera terjadi! Dan diberita itu juga dituliskan bahwa EXO juga akan
mengeluarkan album pertama mereka. Ah benar-benar tidak sabar bagaimana nanti comeback mereka.
Hari itu tiba ……
Yapss! Hari itu tiba, dimana hari ini EXO
comeback! Setelah menyaksikan 2 teaser yang diberikan SM Ent untuk comeback EXO
dengan judul lagu Wolf. Dan aku melihat disana EXO lengkap dengan 12 member.
Ah, itu sangat luar biasa! Melihat mereka tampil lengkap membuat air mataku
jatuh tak kusadari. Inilah hal yang sangat aku tunggu!
Selain EXO comeback dengan lagu Wolf, tadi udah
ada diataskan EXO akan ngeluarin album
juga? Ya, EXO juga ngeluarin The
First Album “XOXO”. Didalam albumnya ada lagu Black Pearl, Baby, Let Out the
Beast, Baby Don’t Cry, 3.6.5, dan lain-lain. Yang menjadi favoritku adalah lagu
Baby Don’t Cry yang sudah aku tunggu-tunggu full
versionnya dan 3.6.5 juga favoritku.
Tapi aku dengar-dengar lagi katanya EXO akan ngeluarin
lagu lagi. Judulnya belum dikasih tau. Tapi yang pasti mereka masih tampil
ber12. Wah! Ini tambah luar biasa. Inilah pembuktian dari slogan “WE ARE ONE!”.
Setelah kurang lebih 1 bulan EXO comeback lagi dengan lagu “Growl”. Sejak
saat itu nama EXO booming. Aku
memiliki banyak teman EXOFans
sekarang. Ya beberapa bulan lalu aku memutuskan untuk menyebut diriku ini
sebagai EXOFans bukan EXOtic karena SM Ent belum memberikan nama official untuk
fans EXO. Jadi, aku menyebut diriku ini EXOFans agar aku tidak merasa
terpisahkan dengan EXOFans lainnya karena banyak EXOFans yang menyebut dirinya
sebagai EXOst, EXOstan, ataupun EXOtic. Dan hal yang membuatku lebih senang
lagi, sekarang jika aku menyebut nama EXO saja pasti sudah banyak yang tahu.
Aku sangat bersyukur akan ini.
Musim Panas 2013~ Seoul,
Korea Selatan
“Akhirnya selesai juga nulis diarynya” ucapku. Hari ini aku merasa sangat lelah di
sekolah. Tugas menumpuk disana-sini. Tapi itu semua tidak akan melunturkan semangatku.
Aku yakin aku bisa mengejar impianku jika aku mau berusaha dari sekarang.
Sekarang aku adalah salah satu siswi yang
mendapat beasiswa di salah satu sekolah ternama di Korea Selatan. Aku tinggal
di apartemen di dekat Sungai Han. Aku sering sekali ke Sungai Han, bahkan hampir
setiap pulang sekolah. Setiap kali aku ke Sungai Han, aku merasa lebih tenang. Pemandangan
disana sangat indah. Namun setiap kali aku ke sana juga, aku merasakan perasaan
rinduku pada keluargaku di Indonesia.
Aku mulai berjalan keluar apartemenku menuju
Sungai Han. Saat hampir sampai ke Sungai Han, aku melihat penjual bubble tea. Aku memutuskan untuk membeli
bubble tea dulu. Aku memesan bubble
tea kepada penjual. Aku menunggu bubble
tea ku selesai dibuat sambil duduk di dekat penjual bulgogi. “Ini bubble
teanya”. “Gamsahamnida Ahjumma”. “Ne, Cheomnayo”. “Berapa
harganya?”. “4.500,00 Won”.”Ini” ucapku seraya menyerahkan uang sebesar
4.500,00 Won.
Aku kembali melanjutkan perjalananku menuju
Sungai Han. Aku melihat ke arah sekitar. Setelah berjalan kurang lebih 5 menit
akhirnya aku sampai di Sungai Han. Ah, inilah yang selalu aku rasakan setiap
kali kesini, damai dan tentram. Keadaan disini membuatku melupakan semua
kepenatan yang aku rasakan. Aku mencari tempat duduk di sekitar Sungai Han.
Setelah
menemukan tempat duduk yang kosong aku mulai menusukan sedotan ke tutup bubble
teaku. Aku meminum bubble tea minuman kesukaanku itu. Setelah aku rasa hatiku
sudah cukup damai, aku memutuskan untuk pulang. Saat itu bubble teaku belum habis
jadi aku tidak membuangnya untuk menghemat uangku.
Namun , tiba-tiba …..
BRUKK***
Aku menabrak seseorang. Aku melihat ke orang
itu. Namun, aku tidak bisa melihat wajahnya karena badannya terlalu tinggi.
Perkiraanku orang yang aku tabrak ini laki-laki karena ia memakai jaket dengan
celana jeans ketat warna hitam. “Jeosongamnida” ucapku dengan bahasa
formal.
“Ne,
Gwenchanayo” jawab pria yang kutabrak itu dengan suara yang cukup
berat. Aku mengaku, tadi aku memang sedang bermain ponsel saat menabrak pria
itu. “Untung saja ini bubble tea jadi
tidak tumpah” lanjut pria itu. “Ah, ne”.
Saat pria itu berjalan belum jauh
meninggalkanku, aku baru sadar bahwa dia adalah …. dia adalah ……. dia adalah
PARK CHANYEOL!!! “Mian, apakah kau
ini EXO Park Chanyeol?”. Pria itu berbalik lagu menganguk. Benarkah?? Apa aku
tidak mimpi?? Selama beberapa bulan aku tinggal di Seoul aku belum pernah
bertemu dengan 1 artis pun karena jadwalku sangat padat apalagi dengan idol
favoritku, Park Chanyeol!. “Aku adalah fans beratmu. Senang bisa berjumpa
denganmu” ucapku berbinar-binar. Aku menahan rasa inginku untuk berfoto,
meminta tanda tangan dan lain-lain. Aku takut itu semua mengganggunya.
Aku tak mendengar jawaban dari pria yang
ternyata Chanyeol Oppa itu. Dia hanya
tersenyum. Senyumnya sungguh sangat sangat sangat manis! Jauh lebih manis dari
foto-foto yang aku punya. “Kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong”. Aku membungkukan badanku sekitar 900. Diapun
membalas hormatku. Aku merasa sangat senang akan ini. Seseorang apakah aku ini
mimpi? Jika iya, jangan bangunkan aku!!!
Tidak! Aku tidak dalam mimpi! Keputusanku untuk
pergi ke Sungai Han hari ini benar-benar tepat! Chanyeol? Park Chanyeol? AH,
aku sudah bertemu dengannya! Pria idamanku itu …. AH aku tidak tahu harus
berkata apa sekarang. Pokoknya aku sangat senang ……….
Sementara itu, disisi Chanyeol …
Tadi yeoja
itu berkata bahwa dia adalah fans beratku. Namun, jika dia adalah fansku
otomatis dia akan sekedar meminta tanda tangan ataupun berfoto denganku. Tapi
mengapa dia tidak melakukannya? Apalagi dia mengatakan bahwa dia adalah fans
BERATKU bukan hanya fansku?
Aku cukup heran dengannya. Tapi, dia terlihat
cukup aneh. Dia menggunakan kain di kepalanya? Ah! Aku tahu! Pasti dia
kedinginan! Aku terus memikirkan fansku itu. Aku melihat ke arah jalanan. Aku
melihat poster di pinggiran sungai tentang acara chuseok. Aku menatap poster
itu dan ….. yak! kau bodoh Park Chanyeol! Sekarang sedang musim panas bukan musim dingin!
Jadi sebenarnya untuk apa dia menggunakan kain
di kepalanya pada saat chuseok?
Apakah dia itu tidak memiliki rambut jadi dia menggunakan kain untuk menutupi
kepalanya? Ya, mungkin saja dia malu akan kepala tanpa rambut yang dimilikinya.
Tapi mengapa dia tidak menggunakan wig?
Oh aku tahu! Dia mungkin merasa gatal jika menggunakan wig, jadi dia
menggunakan kain untuk menutupi kepalanya.
Desember 2013 ~
“Woooo!” teriakku
saat bermain salju. Akhir tahun ini aku bisa bermain salju bersama sahabatku
setelah kurang lebih 6 bulan belajar dengan istirahat yang kurang. Aku melihat
sekelilingku. Whoah~ sangat indah. Saat ini aku sedang berada di taman. “Nabilla-ah, lihat kesini!” ujar Kyunghee
kepadaku seraya menunjukan sebuah boneka salju yang cukup besar kepadaku di
tengah taman. “Siapa yang membuatnya?” tanyaku pada Kyunghee seraya
mendekatinya. “Tentu saja aku!” jawabnya.
“Jinjja? Kau pandai juga membuat boneka
salju”. Saat ini aku sudah ada disampingnya. “Kim Kyunghee!” ucapnya bangga
seraya menepuk-nepuk dadanya dengan tangan yang dikepal. “Ne, ne Kim Kyunghee-ya”. Aku dan Kyunghee terus saja bermain salju
di taman. Aku merasa sangat senang. Tentu saja, ini pertama kalinya aku bermain
salju bahkan pertama kalinya melihat salju sungguhan.
Setelah kurang lebih
3 jam bermain salju aku memutuskan untuk pulang ke apartemenku. Sebelum pulang
aku mampir dulu ke Sungai Han untuk
mengenang saat-saatku bertemu dengan Chanyeol Oppa. Aku melihat pemandangan
sekitar. Menghirup udara segar
diawal-awal musim dingin. Aku merasa sangat nyaman berada disana sampai-sampai
rasa dingin yang menusuk ke tulang-tulangku tidak terasa. Setelah 12 menit berada
di Sungai Han aku beranjak pulang.
Monday yume oki kasete
Tuesday motto chikakute
Tto Wednesday shiranai, anata o shiritai
Thursday hoshi ni negai o
Friday yumeo mi sasete
Tomeru nai omoiga furo yo
Tsuyu Everyday Love
Girls’ Generation – Everyday Love berdering
diponselku. Aku segera mengecek ponselku. Aku melihat nama Kang Seosangnim.
“Yeoboseyo”. “Ne, Nabilla-ah kami dari pihak sekolah
meminta maaf dengan sangat karena beasiswa yang dijanjikan sampai kelas 3
sekolah menengah dibatalkan karena perusahaan bangkrut. Dan kami juga sangat
meminta maaf karena kami tidak bisa memberikan uang untuk anda kembali ke
Indonesia”. HAH? Aku kaget bukan kepalang, mataku membelalak tubuhku seakan
tidak bisa bergerak karena tahu hal itu. “Bagaimana bisa?” aku mencoba bertanya
kepada Kang Seosangnim. Namun, sialnya Kang Seosangnim sudah mematikan
teleponnya.
Aku mencoba menghubunginya lagi. Namun, sialnya
lagi nomornya TIDAK AKTIF! Ya Allah, aku harus bagaimana. Ini sudah akhir
bulan. Jadi tentu saja uangku sudah hampir habis. Bagaimana caraku untuk
kembali ke Indonesia. Aku bingung sangat bingung. Akhirnya aku memutuskan untuk
pulang.
___________________________
Aku membaringkan
tubuhku di kasur. Sudah sekitar 1 minggu setelah pembatalan beasiswaku. Aku
melihat isi dompetku. MWO? Hanya
tinggal beberapa lembar uang 10.000 Won! Bagaimana ini? Untuk makan 1 minggu ke
depan saja tidak cukup, apalagi untuk ongkos
pulangku ke Indonesia. Aku melihat ke arah pojok kamarku. Aku melihat gitar
coklatku berdiri disana. AHA! Muncul ide dikepalaku untuk menghasilkan uang.
Aku segera mengambil
gitarku dan menuju ke Sungai Han. Setelah sampai, aku membuka tas gitarku dan menggelarnya dijalanan.
Segeralah aku meletakan gitar di atas pahaku dan mulai memetik senar-senarnya
membentuk sebuah nada lagu. Aku menyanyikan beberapa lagu mulai dari lagu ballad bahkan terkandang lagu rock pun
aku nyanyikan.
Cukup lama juga aku
bernyanyi bahkan terkadang sampai aku bingung untuk menyanyikan lagu apa lagi.
Mungkin karena suaraku yang ya … bisa dibilang cukup bagus banyak orang-orang
berkerumunan mengelilingiku dan bertepuk tangan setelah aku menyelesaikan
sebuah lagu. Tak lupa pula mereka mengisi tas gitarku. Setelah cukup sepi, aku
mulai melihat isi tas gitarku. Yes! Rencanaku berhasil. Di dalam tas gitarku
ada cukup banyak uang. Mulailah aku menghitung lembar demi lembar uang disana.
Setelah aku hitung,
uang hasil ku bernyanyi cukup untuk makan 1 minggu ke depan. Ah~ Aku sangat
bersyukur. Setelah ini aku memutuskan untuk bernyanyi lagu “Everyday Love”dan
“Baby Don’t Cry”. Menurutku lagu itu cukup enak untuk didengar. Aku mulai
bernyanyi. Aku merasa sangat nyaman sampai-sampai aku terlarut dalam lagu itu.
Prok prok prok prok.
Seseorang bertepuk tangan dengan keras setelah aku selesai menyayikan 2 lagu
itu.”Suaramu sangat indah” puji seorang pria yang tidak terlalu tua namun juga
sudah tidak lagi muda. “Gamsahamnida
Ahjusssi” jawabku. “Dari pada kau mencari uang di jalanan seperti ini lebih
baik kau menjadi guru vocal dari salah satu grupku” ucapnya. “Jinjja? Apakah bisa?”. “Tentu saja, kau
mau?”. Aku mengangguk. Terima Kasih Ya Allah.akhirnya aku bisa mendapat uang
dengan tidak perlu bersusah-susah bernyanyi dengan hasil yang tak tentu.
“Apakah mulai besok
kau bisa mulai mengajar?”. “Tentu” jawabku. “Baiklah, tunggu sebentar aku akan
menuliskan alamat kantorku”. Ahjussi
itu menuliskan alamatnya disebuah kertas yang berukuran sebesar kartu nama.
“Ini alamatnya” ujarnya seraya menyerahkan kertas yang berisi alamat itu
kepadaku. “Gamsahamnida”. Setelah itu
orang itu langsung meninggalkanku. Betapa senangnya hatiku. Aku melihat
alamatnya,ternyata kantornya ada di daerah Cheondamdong.
Keesokan harinya ….
Aku melihat diriku
di cermin.. “Siip!” ucapku melihat penampilanku. Aku segera mengambil gitar dan
tasku. Segera kubuka pintu kamarku dan aku berjalan menuju pintu rumah. Setelah
sampai aku segera membuka pintunya. Akupun turun menggunakan lift. Segera aku
menuju halte dan menunggu bis. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya aku
menemukan bus yang aku maksud.
Saat berada di bus,
aku melihat pemandangan diluar. Setiap kali aku melihat pemandangan hatiku
selalu tenang. Semua perasaan takut, resah, dan gelisah hilang. Yang ada hanya
perasaan bahagia dan tenang. Sampailah aku di kantor yang Ahjussi itu maksud.
Tapi, sepertinya aku mengenal kantor ini. Ah, sudahlah. Aku menghiraukan
perasaanku dan segera masuk ke dalam.
Saat baru saja
sampai di dalam, aku tenyata sudah ditunggu oleh Ahjussi itu. “Annyeong” ucapnya. “Annyeong”. “Oh ya kemarin aku lupa menanyakan namamu, siapa
namamu?” tanyanya. “Nabilla imnida” jawabku. “Soowon imnida” . “Ah ne Soowon
Ahjussi”. “Kau bisa langsung mengajar. Tempatnya di lantai 3 ruang 6. Kalau
ada apa-apa ini kartu namaku” ucapnya. “Gamsahamnida”
jawabku.
Aku segera menuju
lantai 3 ruang 6 itu. Setelah sampai aku mengetuk pintu. Terdengar jelas sekali
dari dalam sangat berisik. Wah, pasti grupnya cowok ujarku dalam hati. Tak
berapa lama pintu pun terbuka dan ternyata, aku salah ruangan. Karena ternyata
angka didepan pintu itu terbalik dan sebenanya ini ruangan 9.
Aku segera mencari
ruangan yang benar. Setelah yakin akupun mengetuk pintu kembali. Setelah itu
keluarlah seorang laki-laki dengan tubuh yang tinggi dan kulit putih. “Ne” . “Apakah ini ruang 6? Aku
diperintahkan Soowon Ahjussi untuk
mengajar vocal disini” ucapku. “Oh ternyata kau guru vocal kami, mari masuk”.
Aku belum sempat melihat wajahnya karena tubuhnya itu yang terlalu tinggi.
Setelah aku sampai di dalam, aku melihat cukup banyak member jika ini group.
Tapi jika bukan grup, berarti aku diminta untuk mengajar banyak penyanyi atau
beberapa grup.
Tapi sepertinya aku
mengenal orang-orang ini. Setelah beberapa detik aku baru sadar mereka adalah,
EXO! Yak, apa aku tidak mimpi? Teriakku dalam hati. Mereka sedang duduk
dilantai. Chanyeol dan Lay bermain gitar, Vocal
Line sedang berlatih vocal dan sisanya sedang bermain ToD. Aku tahu mereka bermain ToD
karena mereka bermain dengan sangat-sangat berisik sampai-sampai suara Vocal Line yang sedang berlatih tidak
terdengar sama sekali. Aku melihat orang yang tadi mengantarku ke dalam.
Sedikit ku angkat kepalaku dan aku pun melihat orang itu, Oh Sehoon! Itulah
namanya.
Aku baru ingat bahwa
kantor SM Ent ada di daerah Cheondamdong. “Wae?” ucap Sehun Oppa. Aku tidak
sadar dari tadi aku melihat wajahnya dengan tatapan yang sedikit aneh. Aku
segera mengalihkan pandanganku ke objek yang lain. Beberapa menit berlalu,
orang-orang di ruangan ini tidak menyadari kehadiranku kecuali Sehun. “Annyeong”
ucapku sedikit keras. Sontak seluruh manusia di dalam ruangan inipun melihat ke
arah suara. “ Annyeong, Nabilla imnida. Aku sekarang adalah guru vocal kalian”
ucapku seraya membungkukan tubuhku 900.
“Aku Suho”. Beberapa
menit berlalu. “Hei, perkenalkan diri kalian” ucap Suho. “Aku Byun Baek Hyun,
kau bisa memanggilku Baekhyun. Aku punya kakak namanya Byun Baekbeom. Aku lahir
tanggal 6 Mei 1992. Aku adalah member dengan wajah paling tampan dan juga …”.
“Baekhyun!” Ucapan Baekhyun terpotong oleh teriakan Suho. “Cukup perkenalkan
nama saja” lanjutnya. Baekhyun pun cemberut. “Aku Chen” “Aku Chanyeol” “Aku
Xiumin” “Aku Luhan” “Aku Tao” “Aku Lay” “Aku Kyungsoo” “Aku Jongin” “Aku
Sehun”. Suho pun menghitung semua member. Namun, ada yang kurang. Tadi yang
memperkenalkan nama hanya 11 orang dan satu lagi kemana?
“Leader K aku,
Leader M Kris … Yak, dimana Kris? Tadi aku tidak mendengar namanya” ucap Suho.
Semua orang yang ada di ruangan itupun mulai mencari keberadaan Kris. Ada yang
mencari ke Taman, Dorm, dan di Sungai Ciliwung, salah maksudnya Sungai Han. Tao,
Luhan, Xiumin, dan Lay mencari di taman. Chanyeol, Baekhyun, Chen, dan D.O
mencari di dorm. Sedangkan aku, Suho, Kai, Sehun mencari di Sungai Han. Kami
pun berpisah saat di depan kantor SM Ent. Kami segera menuju Sungai Han dan
setelah sampai kami berempat mulai mencarinya dan terus saja memanggil namanya.
Setelah mencari kurang lebih setengah jam kami merasa lelah dan akhirnya kami
putuskan beristirahat sebentar di lapangan basket. Tapi sebuah pemandangan aneh
pun terlihat. Ada sebuah kain yang kira-kira panjangnya 2 meter tergelatak di
pinggir lapangan. Namun anehnya, kain itu memanjang dan berbentuk seperti
guling.
Kami merasa curiga
dengan keberadaan kain itu. Kami takut kalau-kalau kain itu berisikan mayat.
Kami pun memberanikan diri untuk menuju kain itu. “AW!” teriak salah satu dari
kami yang ternyata Kai. “Kita belum sampai di kain itu mengapa kau berteriak
seperti itu?” “Sehun menginjak kakiku” jawabnya. “HAH? Jinjja?” ucap Sehun kaget. Namun karena Sehun yang kaget, injakan
kakinya pada kaki Kai bertambah dalam. “Ya! Ini semakin sakit Sehun-ya”
jawabnya. Setelah itu, Sehun segera memindahkan kakinya dari kaki Kai. Aku
melihat kaki Kai yang hanya menggunkan sandal
jepit. Bengkak kemerahan terlihat jelas disana. Kaki Kai terluka cukup
parah akibat insiden itu. Aku mengambil obat urut yang kubawa dari Indonesia
dari dalam tasku. Obat ini belum pernah aku pakai karena ku memang tidak
menyukai obat-obat semacam ini.
Aku mulai
mengoleskan obat itu di kaki Kai. Kai sedkit meringis saat aku mulai sedikit
menekan kakinya. Aku menyuruhnya untuk duduk seraya meluruskan kakinya. Setelah
aku rasa cukup, aku menyuruhnya untuk berdiri dan mencoba berjalan. Untungnya
di laki-laki yang tidak suka mengeluh. Setelah itu kami melanjutkan misi kami.
Kami mulai membuka kain itu dan ternyata isinyasangat empuk. Setelah kami
melihat isinya dan ternyata itu adalah 2 BUAH GULING. “Mengapa kalian ada disini?” ucap seseorang dari belakang. “Ya
ampun, sejak tadi kami mencarimu!” “Siapa yeoja ini?””Dia guru vokal baru kita”
“Jadi, saat kita pulang kau tidak ikut hyung?”. “Aniya”. Kami segera membawa Kris menuju kantor SM Ent. Suho
menyuruh Kai untuk menghubungi yang lain untuk pulang ke kantor SM Ent.
____________________
Kami semua sudah
sampai di kantor SM Ent tepatnya di ruang latihan EXO. “Baiklah apakah latihannya
mau dimulai hari ini?” tanyaku. Semuanya mengangguk. “Mulai dari Do Re Mi dan
seterusnya”. Kami mulai memulai latihannya. Latihan terus berjalan sampai sore.
“Ya, aku kira hari ini sudah cukup, besok kita lanjut lagi”. Ucapku. Aku segera
pulang menuju apartemenku. Aku kembali menuju halte di dekat kantor SM Ent dan
menunggu bus datang. “We Are One!” tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku segera
mengeceknya dan tertera ada 1 pesan dari nomor yang belum ada namanya.
“Annyeong, Nabilla-ya. Kita pernah bertemu
bukan sebelumnya. Itu saat kau menabrakku di Sungai Han. Ya, aku ini Park
Chanyeol. Jangan terlalu kaget begitu. Mengapa tadi kau pura-pura seperti bukan
fansku eoh? Bukan kah waktu itu kau mengaku fans beratku? Kau malu ne? Hahaha”
Mengapa isi pesannya
mengejekku? Aiiissshhh, orang itu benar-benar menyebalkan. Memang sebelumnya
aku telah memberikan nomor ponselku tapi hanya kepada Suho Oppa. Apa dia
memintanya kepada Suho Oppa? Mungkin saja dia malu memintanya sendiri kepadaku.
“Yak! Darimana kau mendapatkan nomor ponselku?
Aku memang fansmu. Kau tidak perlu cemas, OK? Untuk apa aku malu mengakui bahwa
aku ini fansmu! Aku tidak mengatakannya karena kau tidak bertanya!”
Segera ku tekan
tombol send diponselku. Beberapa
menit kemudian ponselku berbunyi lagi. Segera ku cek, ternyata itu pesan
darinya,
“Aku mendapatkannya sendiri! Ah, jangan begitu.
Kau malu kan?”
Belum sempat aku
membalas pesan darinya bus yang aku tunggu datang. Segera aku naik. Tiba-tiba
rasa kantuk yang amat tinggi mendatangiku. Aku tidak bisa melawannya dan
akhirnya aku memutuskan untuk tidur selama di bus. Beberapa saat kemudian aku
bangun dan turun dari bus karena aku sudah sampai. Ku lanjutkan perjalanku
menuju apartemenku dengan berjalan kaki.
Setelah sampai
segera ku rebahkan tubuhku di kasurku yang nyaman. Kuhirup oksigen
sebanyak-banyaknya. Lelah, itulah yang kurasakan. Mataku pun mulai berat lagi.
Sebelum aku tertidur, aku segera bangun dan melepas sepatu serta mengganti
pakaianku. Setelah semua selesai aku merebahkan tubuhku kembali dan aku mulai
menarik selimut. Perlahan-lahan mataku terpejam………
1 jam pun berlalu
Mataku mulai meminta
untuk dibuka. Walaupun rasa kantuk itu sedikit masih ada aku memutuskan untuk
bangun. Kulihat jam dindingku sudah menunjukan pukul 7.00 KST. Aku menarik tubuhku
untuk bangun. Kubuka pintu kamar mandi dan kubersihkan tubuhku.
Ritual mandiku pun
selesai. Aku mendengar ponselku berdering. Aku segera menuju ponselku dan
mengeceknya. Kulihat ada 12 pesan dari nomor yang belum ada namanya. Aku memang
tadi belum sempat memberi nama pada nomor ponsel Chanyeol.
“Kau malu bukan?”
“Hei jawab pesanku!”
“Mengapa kau belum menjawabnya juga?”
“Kau ingin mati eoh?”
“JAWAB PESANKU NABILLA-AH!”
“Apa kau benar-benar ingin mati?”
“Aiiisshhh, kau ini benar-benar!”
“NABILLA-AH!!!”
“Aku kesal padamu!”
“Besok aku tidak mau berlatih vocal bersamamu!”
“Ok, baiklah kau menantangku eoh?”
“Besok kau tidak akan bisa masuk ruang
latihan!!!!!!!!!!!”
MWO? Oh ya, tadi aku
belum membalas pesan dari Chanyeol Oppa! Aissh, PABBO-YA! Segera ku ketik
beberapa kata dan ku tekan tombol send.
“Tidak aku tidak malu, Mianhae tadi aku
tertidur. Memangnya kau berani padaku Eoh? Aku ini strong girl! Kau harus tau
itu!”
Beberapa menit
kemudian ponselku berbunyi lagi.
“Jinjja?, kalau begitu selamat melanjutkan
aktivitasmu ….”
Dasar namja aneh!
Barusan dia bilang dia ingin membunuhku tapi setelah itu nyalinya ciut! Padahal
jelas-jelas aku ini perempuan dan umur Chanyeol Oppa jauh lebih tua dariku.
Beberapa bulan telah
kulalui. Ya, setiap hari aku harus mengajar vokal kepada 12 namja aneh itu.
Apalagi, sekarang ditambah aku diminta untuk menjaga mereka juga di dorm dengan
kata lain aku ini baby sister mereka.
Aku tidak keberatan juga dengan keputusan managernya yang memintaku untuk
menjadi baby sister mereka karena aku
diminta untuk tinggal di dorm mereka.
Aku tidak keberatan
karena aku sudah tidak bisa membayar cicilan apartemenku. Tapi, ya inilah
hidupku sekarang menjadi guru vokal + baby
sister boyband terkenal, EXO. Setiap hari aku tak pernah melupakan 2
tugasku. Setiap hari juga aku selalu membuatkan susu di pagi hari untuk sang maknae, Sehun. Sering sekali member yang
lain merasa cemburu dengan sikap istimewaku terhadap Sehun. Bukannya aku tidak
adil namun, aku hanya menghemat susu.
Karena ku pikir
Sehun adalah maknae berarti dialah yang paling banyak membutuhkan energi.
Apalagi, dia sekarang hanya mau ku bangunkan jika aku membuatkannya susu. Tapi,
dengan kehadiranku sebagai baby sister mereka, D.O merasa pekerjaannya berkurang.
Ia tidak perlu membereskan dorm, memasak, membangunkan member dll. Tapi,
walaupun begitu dia selalu membantuku dipagi hari maupun malam hari.
Makanan yang paling
sering aku masak untuk mereka adalah Jjajangmyeon, Ayam Goreng, Nasi Goreng,
dan Sate. Ya, waktu itu aku pernah memasak Sate untuk mereka,
Flashback
“Makanan sudah
siap!” ucapku. Seluruh member pun segera menuju ruang makan. Hari ini aku
memasak yang sedikit berbeda dari biasanya. Hari ini aku memasak Sate. Makanan
Indonesia yang enak dan aku harap mereka pun berpikiran yang sama denganku.
“Kau memasak apa
ini, bukankah tadi kau bilang kau akan memasak daging?” Tanya Baekhyun. ‘Iya,
ini daging”. “Tapi mengapa mereka ditusuk seperti itu?”. “Ini makanan Indonesia
namanya Sate”. “Sa ..Te”. “HAHAHA” Mereka mengeja Sate dengan mulut yang sangat
lebar dan logat yang lucu hingga membuatku tak bisa menahan tawaku. “Mengapa
kau tertawa?” Chen bertanya dengan wajah polosnya.”Kalian mengucapkannya dengan
lucu sekali”. “Lucu?” ujar Xiumin.
Aku mengangguk. Aku
menyuruh mereka semua untuk duduk dan segera makan. “Bagaimana cara
memakannya?” Tanya Chanyeol seraya melihat satenya dengan seksama. “Pegang
tusukannya lalu gigit dan tarik dagingnnya”. “Ohh…” ucap mereka serempak.
“Wah, rasanya enak
sekali!” ucap D.O. “Ne, lain kali kau harus memasak ini lagi!” ucap Suho. “Sate
is my style” lanjut Kris. “HAHAHAH”kami semua tertawa serempak. Setelah itu
segera kami menghabiskan makanannya. Saat makan hanyalah keheningan yang ada.
Semuanya menikmati makanan dengan hikmat.
Flashback END
Dulu, aku memang
memanggil mereka dengan sebutn Oppa. Tapi sekarang, sebutan itu sudah tidak
berlaku. Aku hanya memanggil Oppa kepada Suho dan Gege kepada Luhan dan Lay.
Baekhyun sering sekali memintaku untuk memanggilnya “Oppa” namun aku
menolaknya.
Flashback
“Baekhyun-ah ppali
ireona!” ucapku seraya mengguncang-guncangkan sedikit badannya. “Panggil aku
Oppa baru aku akan bangun. Aku tidak menyukai embel-embel “ah” itu”. “Aissshh,
aku tidak mau! Kalau kau tidak bangun kau tidak akan mendapat jatah makan hari
ini!” ucapku.
“Aissh, kau ini.
Baiklah aku bangun”. “Cepat ke ruang makan, makanannya sudah siap”. “Ne”. Hari
ini aku memasak Jjajangmyeon. Aku mencium bau Jjajangmyeon yang harum sekali. “Semuanya
selamat makan” ucapku.
“Baekhyun-ah tolong
ambilkan aku bokkeumbap”. “Panggil aku Oppa baru aku akan mengambilkannya”.
“Aiish, kau ini. Baiklah Lay Gege tolong ambilkan aku bokkeumbap”. “Ini” ucap
Lay Gege seraya menyerahkan bokkeumbap kepadaku. “Gomawoyo”.
Flashback END
-----------------------------------
Sudah hampir 1 tahun aku bekerja kepada EXO. Setiap hari
aku tetap membuatkan Sehun susu dan yang aku panggil Oppa dan Gege masih tetap
3 orang itu. Aku tidak memanggil Sehun dengan sebutan Oppa karena aku
memanggilnya dengan sebutan “Baby Sehun”. Ya, umurku memang berbdeda 6 tahun
lebih dengannya. Namun, masalah kedewasaan aku jauh lebih dewasa dari Sehun.
Aku memang
merahasiakan sesuatu dengan mereka. Aku belum bisa menceritakannya pada mereka.
Ini buka masalah besar untukku. Jadi, aku tidak perlu menceritakan kepada
mereka. Sebentar lagi tahun baru 2015. Aku menuju jendela kamarku. Kulihat
salju-salju yang turun. Kuhirup udara yang dingin. Melihat salju seindah ini
membuat rasa rinduku pada kampung halamanku berkurang.
Hatiku menjadi damai
dan tentram. Kupeluk tubuhku untuk mengurangi dinginnya musim salju. Saat ini
aku sedang sendiri di dorm karena EXO dan managernya sedang ada jadwal.
Akhir-akhir ini jadwal mereka memang padat karena natal. Mereka banyak diundang
untuk acara Gayo Daejun maupun acara natal. Di dorm memang ada pohon natal.
Tapi, aku menghargai mereka walaupun tidak seiman dengan mereka.
Karena pada saat
idul fitri pun mereka menghargariku. Setelah puas melihat salju aku segera
masuk karena rasa dingin disini sudah menusuk tulang-tulangku. Aku menuju dapur
untuk memasak. Hari ini ku putuskan untuk membuat Samgyetang. Aku jarang
memasak Samgyetang. Namun, karena aku pikir hari ini cukup dingin aku ingin
membuat Samgyetang untuk menghangatkan tubuh.
Kuracik bumbu-bumbu
untuk membuat Samgyetang. Aku mulai memotong ayam-ayam menjadi lebih kecil dan
memberikan bumbu kepada mereka. Waktu pun terus berjalan sampai aku
menyelesaikan Samgyetangnya. Kucicipi kuah Samgyetangnya. Hmmm, rasanya enak
juga.
----------------
“Happy New Year!”
ucap kami serempak di depan Sungai Han. Tahun baru ini kami rayakan bersama di
Sungai Han. “Aku harap tahun ini akubisa lebih sukses lagi” ucap Suho. “Aku
harap aku bisa lebih menjadi manusia yang lebih baik lagi” ucap Lay. “Aku harap
tahun ini aku masih bisa bernyanyi” ucap Chen. “Aku harap tahun ini aku bisa
dipanggil Oppa oleh Nabilla” ucap Baekhyun.
“Aku harap tahun ini semua orang tetap sehat”
ucap D.O. “Aku harap aku bisa terus berkharisma” ucap Chanyeol. “Aku harap aku
bisa selalu bersenang-senang bersama orang yang aku cintai” ucap Tao. “Aku
harap aku bisa lebih banyak bicara ditahun ini” ucap Xiumin. “Aku harap aku
bisa cepat menikah”ucap Luhan.”Aku harap aku bisa menciptakan banyak style
lagi!” teriak Kris. “ Aku harap
EXO terus bersinar!” ucap Kai. “Aku harap Nabilla bisa terus membuatkan susu
untukku” ucap Sehun. “Aku harap semua permintaan EXO member dikabulkan kecuali
Sehun dan Sehun memiliki harapan lain” ucapku.
“Mengapa kau berkata demikian?” tanya Sehun.
“Karena memang aku sudah tidak bisa membuatkan susu untukmu”. “Tapi, kenapa?”
Tanya Sehun. “Memangnya manager kalian tidak memberitahukannya?” tanyaku.
Semuanya menggeleng. “12 hari lagi aku akan pulang ke Indonesia”. “Tapi itukan
saat ulang tahunku” ucap D.O. “Ya, aku tahu itu”. “Maafkan aku, aku hanya bisa
menjaga kalian sampai disini” lanjutku.
12 hari kemudian ……
“Saengil Chukkae Do
Kyungsoo” ucap kami serempak. Hari ini adalah ulang tahun Kyungsoo sekaligus
hari kepulanganku ke Indonesia. Tiba-tiba D.O menangis dan langsung memeluk
tembok. “Mengapa kau menagis dan memeluk tembok?” Tanya Kris. “Aku sedih karena
di hari ulang tahunku yang ke 23 Nabilla akan pulang”. “Tapi mengapa kau
memeluk tembok?” Tanya Luhan. “Karena aku tidak bisa memeluk Nabilla”. “HAHAHA”.
Berkat ucapan D.O barusan membuat semuanya tertawa. Namun karenakami tertawa tangisnya
makin menjadi-jadi.
Aku mencoba
menenangkannya. Tapi dia terus saja menangis. Akhirnya aku pun bersiap-siap
untuk pulang ke Indonesia karena aku mendapat penerbangan siang bukan malam. Ku
rapikan semua barangku termasuk hadiah ulang tahunku pada tanggal 24 kemarin.
Aku pun berpamitan kepada semua member. Semuanya menangis. “Nabilla-ah,
panggilah aku Oppa sekali saja” ucap Baekhyun sambil menangis. “Ne, Baekhyun
Oppa. Terima kasih semuanya aku pulang dulu” ucapku seraya menarik koperku
untuk menuju taksi di bawah.
---------------------
Di dorm EXO ….
“Hyung, lihat ini!”
ucap Sehun seraya menunjuk-nunjuk layar televisi. “MWO? Guru Vokal sekaligus
Baby Sister EXO ditemukan pingsan di Sungai Han?” ucap semua member serempak.
“Kajja, kita harus ke rumah sakit” ucap Suho. Dalam perjalanan semua member
terlihat cemas akan keadaan Nabilla. Bahkan sebagian dari mereka menangis.
Mereka pun sampai di
rumah sakit. Segera mereka bertanya kepada suster tempat Nabilla dirawat.
Mereka berjalan dengan tergesa-gesa saat menuju rumah sakit. “Dok, bagaimana
keadaan Nabilla” Tanya Suho pada dokter yang ada di dalam ruangan itu. “Nabilla
mengalami Leukeumia sejak 12 minggu yang lalu. Sebelumnya dia juga sudah pernah
periksa ke rumah sakit ini”. “MWO?” mereka semua kaget akan berita ini. Sehun
melihat jam. Saat itu jam menunjukan pukul 12.34.
“Engghhhh ….”
Terdenga suara lirih dari tempat tidur. Nabilla pun ternyata sudah sadar.
“Nabilla-ah bagaimana keadaanmu?” Tanya D.O. “Aku baik-baik saja”. “Mengapa ..”
“Jangan bertanya apa-apa dulu padanya” ucap Suho memotong ucapan D.O. D.O hanya
mengagguk. Sehun melihat jam dan sekarang menunjukan pukul 12.46. “Kau bangun
setelah 12 menit kami disini”. “Benarkah?” Tanya Nabilla. Sehun mengangguk.
-------------
Hari ini hari
pertama setelah Nabilla diizinkan pulang oleh dokter dari rumah sakit. Nabilla
kembali menempati dorm EXO. Dan semua member sudah berjanji bahwa kalau dia
sudah bisa pulang dia akan berjalan-jalan dengan semua member selama 12 hari
berturut-turut. Dan besok hari itu akan dimulai. Nabilla tidak diizinkan untuk bekerja dengan
alasan bahwa Nabilla sudah tidak bekerja disini. Jadi, dia hanya perlu
meninkati sisa harinya disini.
Setelah 11 hari berwisata …
Hari ini adalah hari
terakhir Nabilla untuk berwisata bersama member EXO. Nabilla ingin mengunjungi
Sungai Han setelah mengunjungi Lotte Wolrd, Namsan Tower, Rumah Nenek Baekhyun,
Pantai, Jalanan Hongdae, dan tempat lainnya. Hari ini mereka akan melihat
pemandangan di sekitar Sungai Han. Mereka akan bermain basket, berlari marathon
12 meter sebanyak 12 kali balik, bersepeda, makan-makan, dan yang terakhir
mereka akan mengamen dan uangnya akan disumbangkan ke panti asuhan.
Semua aktivitas telah
dilakukan dan EXO sudah menyanyikan beberapa lagu. Chanyeol meminta untuk
Nabilla bernyanyi. Setelah dipaksa Nabilla pun menurut. Chanyeol yang meminta
karena dilalah yang memainkan gitarnya. Chanyeol pun mulai memetik senar-senar
gitarnya. Dan Nabilla pun mulai bernyanyi,
Anata kara
Call my name
Kike ka
iso What did you say?
Kie koe
nai furi mata kiki takute
Mimi mo
tokusu kuru
Kasega
tsurete kuru
Monogatari
no, hajimari hajimari
Anata no
Echo echo echo
Anata no
koe koe koe
Saki ho
koru hana no youni
Everyday
you're in my heart
Monday
yume oki kasete
Tuesday
motto chikakute
Tto
Wednesday shiranai, anata o shiritai
Thursday
hoshi ni negai o
Friday
yumeo mi sasete
Tomeru nai
omoiga furo yo
Tsuyu
Everyday Love
Haka
nakute zetsu mai de
It's a
little twinkle star
Your wish
isn't that far
Ara komete
Monday, Tuesday I'll be
there
Wednesday,
Thursday loving you more
Friday,
Saturday, Sunday oshimi nai ai ni kanata e
Everyday,
everyday love,
Everyday,
everyday love
Monday
yume oki kasete
Tuesday
moo tochi kakute
Tto
Wednesday shiranai, anata wa shiritai
Thursday
hoshi ni negai o
Friday
yumeo mi sasete
Tomeru nai
omoiga kuro yo
Tsuyu
everyday love
Tidak ada komentar:
Posting Komentar